IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
YM Support
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
June 2018
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 
CalendarCalendar
Latest topics
Link Partner
XEMARKETS
OctaFX

Share | 
 

 KETIKA SANG FAJAR MENERANGI KALBU

Go down 
PengirimMessage
jusran

avatar

Jumlah posting : 2
Join date : 12.01.13
Age : 26
Lokasi : makassar

PostSubyek: KETIKA SANG FAJAR MENERANGI KALBU   Sun Jan 13, 2013 4:26 am

KETIKA SANG FAJAR MENERANGI KALBU

Diruang kamar yang gelap dengan pelukan hangat selembar selimut tebal melingkar disekujur tubuh, dan kesetiaan sang bantal yang selalu menemani dan mengganjal kepala disetiap malam-malamku, suara-suara mahluk pun menghilang seakan-akan terbawa arus tengahnya malam yang dingin mencekam, hanya suara rintihan hujan yang berubah menjadi tangisan yang setiap saat semakin terdengar bergejolak menerpa atap rumahku, malam semakin larut, dingin semakin tajam menusuk-nusuk sekujur tubuh namun mata tak mampu merapatkan kedua kelopaknya, percikan-percikan air hujan selalu terdengar bagaikan sang dewi cinta yang datang mengetok-ngetok dinding-dinding dan jendela kamarku dari luar. hati pun berkata-kata “semoga dirinya ikut merasakan hal seperti yang aku rasakan saat ini”... perasaan pun selalu dibelit kegelisahan dan mengundang seribu pertanyaan tentang dirinya...siapakah dia..?? darimanakah asalnya..?? apakah mungkin hal ini bisa terjadi..?? itulah segelintir pertanyaan besar yang selalu menghantui rasa kegelisahan yang terpendam dalam benak ini. Malam itupun sempat terlintang fikiran dalam kepala bahwa aku harus mengetahui jawaban itu dalam waktu tidak lama, namun perasaan berkata lain..“jangan gegabah karena semua akan terjawab dengan sendirinya”...namun fikiran kembali berkata lain, “jika aku tak berusaha tidak mungkin jawaban ini akan terjawab”...rasa dilematis pun muncul dan rasa kegelisahan semakin mencuat setelah jawaban dan pertanyaan muncul silih berganti.

Waktu terus berputar pertanda malam semakin larut, suara tangisan hujan pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya, namun rasa kedinginan berubah menjadi panas dan mengeluarkan keringat ditengah malam yang gelap, selimut yang tadinya melingkar ditubuh kini terdampar dipinggir kasur, hanya bantal yang selalu setia mengganjal dan menemani kepala meskipun dibelit rasa kegelisahan dan dilematis. Keinginan besar untuk merapatkan kedua kelopak mata dan bermimpi seindah mungkin, tetapi sesekali perasaan gelisah itu datang mata kembali terbuka memancarkan pandangannya kewarnah-warnah hitam pekik yang tak sedikitpun cahaya bisa terlihat, Namun hingga pada akhirnya tampa aku sadari matapun bisa tertutup rapat dan menikmati tidur bersama suara tangisan hujan yang seakan berubah menjadi musik pengantar kealam mimpi. Tak lama kemudian mata pun kembali terbuka, dan jam sudah menunjukkan pukul 06.00 suara gemercik hujan pun ikut meredah cahaya matahari pagi menembus celah dinding dan jendela kamarku, namun tidur yang aku alami semalaman begitu singkat dan tak menghasilkan mimpi apa-apa sesuai dengan keinginanku malam itu.

Dipagi yang cerah itu cepat-cepat aku bergegas dari tempat tidur dan menuju kamar mandi waktunya berangkat ke sekolah, karena waktu itu aku masih berstatus sebagai salah satu siswa di sebuah sekolah negeri..SMK NEGERI 1 BANTAENG, aku pun berangkat ke sekolah berjalan kaki dari rumah menuju tempat menunggu mobil pete’-pete’ melalui jalan yang becek dan berlumpur karena semalaman diguyur hujan, di sekolah itulah saya menemukan banyak teman, baik laki-laki maupun perempuan yang selalu ditemani, belajar bareng, ngumpul bareng, saling berbagi canda tawa dan pengalaman. Salah satu teman terdekat saya yang bernama IRFANDI yang hari-harinya selalu saya temani berjalan kaki menunggu mobil pete’-pete’ pulang kerumah masing-masing.

Disuatu hari sebelumnya dia mengajakku kesebuah Sekolah Menengah Atas katanya sih dia mau bertemu dengan salah satu teman dekatnya disekolah itu, akupun ikut menemaninya, sesampainya kami berdua ketempat tujuan, teman saya pun menemui temannya itu, ehhh dalam fikiran saya kirain yang dia temui laki-laki tapi ternyata perempuan, hari itupun mereka berdua asyik ngobrol sementara saya asyik mencet-mencet tombol ponsel meskipun tidak ada sms karena waktu itu ponsel yang saya miliki aplikasinya masih terbatas hanya bisa sms dan nelfon, yaa istilahnya HP cirri’-cirri’...namun tak lama kemudian datanglah sosok perempuan yang begitu ayu dan cantik dipandangnya pun begitu enak tak membosankan, ehh ternyata dia salah satu sahabat cewe’ yang ditemani ngobrol temanku itu.

Lama juga rasanya aku dalam kesendirian, saya lihat mereka bergabung, tak panjang lebar aku berfikir langsung ajah ikut bergabung dengan mereka dan saling bertukar pembicaraan hingga tak terasa waktu sudah sore, dari perbincangan itulah kami bisa tukaran nomor ponsel dan menyambungkan komunikasi lewat sms maupun lewat telfon, waktu itulah aku berfikir mungkin sosok inilah yang pas untuk menyinari kalbuku yang selama ini gelap tak terhuni, smsan dan telfonan pun terasa lancar namun beberapa pertanyaan muncul seperti yang saya alami dan saya coret diparagraf pertama,,,berselang satu minggu kami berduamenjaling komunikasi...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
KETIKA SANG FAJAR MENERANGI KALBU
Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
JemaritaTopGo Forum :: News Room :: Coretanku & Artikel-
Navigasi: